Dosen Prodi Teknik Industri FTTI Unjaya Adakan Pengabdian Berorientasi Lingkungan

Pertengahan Bulan Oktober 2021 Program Studi Teknik Industri Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) mengadakan serangkaian pengabdian masyarakat yang berorientasi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut secara berturut dilakukan pada dua tempat yaitu di kelompok jumputan “Ibu Sejahtera” Tahunan, Umbulharjo dan bank sampah “Migunani” RT 10, Ngupasan, Kauman, Kota Yogyakarta.

Pengabdian masyarakat pada kelompok jumputan “Ibu Sejahtera” diadakan pada hari Sabtu 9 Oktober 2021. Kelompok jumputan “Ibu Sejahtera” sendiri diketuai oleh Ibu Agus dan beranggotakan 18 orang ibu-ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan penjelasan mengenai ergonomi kerja kemudian dilanjutkan sosialisasi pengolahan limbah cair jumputan menggunakan constructed wetland atau lahan basah buatan. Sosialisasi mengenai ergonomi kerja penting untuk diberikan agar dalam membuat jumputan, pekerja lebih memperhatikan posisi/postur tubuh pada saat bekerja. Hal ini untuk menghindari cidera yang dapat dialami selama proses membuat jumputan. Kegiatan sosialisasi ergonomi kerja tersebut diketuai oleh Ibu Cici Finansia, S.T., M.Sc. Pengabdian masyarakat tersebut dibatasi 15 peserta dengan mengundang beberapa kelompok jumputan yang ada di Kelurahan Tahunan. Adanya pembatasan jumlah peserta untuk menghindari adanya kerumunan yang dapat terjadi saat sosialisasi.

Sosialisasi dan pelatihan mengenai pembuatan lahan basah buatan diterapkan untuk pengolahan limbah cair jumputan. Lahan basah buatan ini merupakan penerapan dari penelitian yang telah dilakukan tim peneliti dosen Prodi Teknik Industri Unjaya dengan ketua peneliti Ibu Mahdiya Nayla, S.Si., M.Si. Penelitian mengenai lahan basah buatan untuk pengolahan limbah jumputa ini mendapatkan hibah pendanaan pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2021. Penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 6 bulan ini mengkaji mengenai tanaman melati air (echinodorus radicans) sebagai tanaman fitoremediasi pada lahan basah buatan. Fitoremediasi sendiri adalah upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannya untuk dekontaminasi limbah dan masalah-masalah pencemaran lingkungan. Pengolahan limbah cair jumputan ini menggunakan tanaman melati air pada suatu lahan basah buatan. Media yang digunakan dalam lahan basah buatan tersebut terdiri dari kerikil, pasir, serabut kelapa, media tanam dan tanaman fitoremediasi yaitu melati air. Lahan basah buatan tersebut dibuat seperti taman yang portable karena terbatasnya area yang tersedia.

Pengabdian masyarakat pada kelompok bank sampah “Migunani” digelar pada hari Sabtu 16 Oktober 2021 diketuai oleh Bapak Wahyu Widhiarso. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cair dari minyak goreng bekas atau jelantah. Kegiatan pengabdian tersebut diikuti oleh 17 ibu-ibu PKK Kelurahan Ngupasan. Dalam pengabdian tersebut, masyarakat mendapat wawasan mengenai bahaya penggunaan ulang minyak jelantah dan praktik pembuatan minyak jelantah menjadi sabun cair. Ibu-ibu PKK Kelurahan Ngupasan cukup antusian selama kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.