Remote Worker dan Praktisi Data Menjawab Kekhawatiran Era Informasi Digital

SLEMAN – Kopi Darat (Kopdar) Python-ID Regional Yogyakarta pada tahun 2020 kali pertama diadakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Januari 2020 bertempat di Auditorium Kampus 1 Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Program Studi Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara Kopdar Python-ID Regional Yogyakarta. Acara tersebut merupakan kerjasama antara Program Studi Informatika, Medi@n Analytics, Tekno Event dan komunitas penggiat bahasa pemrograman Python. Kopdar Python-ID Yogyakarta merupakan kegiatan rutin 2 bulanan dari komunitas Python-ID di Indonesia khususnya wilayah Yogyakarta. Tercatat lebih dari 100 peserta menghadiri acara tersebut, diantaranya praktisi dari beberapa perusahaan maupun start-up dan akademisi dari berbagai Universitas di Yogyakarta. Rangkaian kegiatan dibuka oleh Bapak Arif Himawan, S.Kom., M.M., M.Eng.  selaku Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi. Dilanjutkan presentasi setiap pembicara dan diskusi interaktif dengan moderator Puji Winar Cahyo (Dosen Prodi Informatika).

Dekan FTTI memberikan sambutan pembukaan

Adapun pembicara pertama yaitu Muhammad Rifqi Ma’arif, Dosen sekaligus Peneliti Pusat Studi dan Layanan Analitik Data (PUSLAD) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, membawakan materi mengenai Social Media Analytics. Dalam penyampaiannya, hingga saat ini data yang tercipta melalui pengguna media sosial sangatlah bervariasi, diantaranya dari isi yang disebarkan maupun perilaku cara penyebarannya. Analisis dapat dilakukan pada konten yang dibahas untuk mencari tingkat polaritas sentimen pada suatu topik tertentu. Selain itu dari cara persebarannya dapat dilakukan penelusuran akun buzzer dan akun provokator pada topik yang sedang hangat diperbincangkan.

Pembicara kedua yaitu Arif Qodari, Data Scientist Ruangguru, membawakan materi mengenai Probabilitas Programming. Arif menyampaikan detail teknis penerapan metode probabilitas dengan bahasa pemrograman Python secara mudah dan jelas. Diawali dengan memberikan contoh kasus, dilanjutkan dengan langkah penyelesaian terhadap beberapa kemungkinan hasil yang akan terjadi.

Tidak kalah menariknya, pada sesi terakhir pembahasan mengenai The Magic of Django yang dibawakan oleh Syarif Hidayat. Syarif menyampaikan secara detail rahasia–rahasia tersembunyi penggunaan framework Django untuk mendukung pembuatan web maupun sistem secara cepat. Selain itu sebagai seorang remote worker, Syarif juga menjelaskan tips dan langkah secara bertahap untuk menjadi seorang remote worker. Hal tersebut menjawab kekhawatiran para lulusan bidang informatika untuk dapat bekerja dimana saja. Seperti yang telah diketahui penghasilan seorang remote worker tidaklah sedikit, bahkan bisa mengalahkan penghasilan pekerja kantoran.

Kopdar Python-ID Regional Yogyakarta diharapkan memiliki dampak positif bagi masyarakat luas yang ingin memperdalam skill pemrograman bahasa Python. Selain itu sebagai sarana kolaborasi diskusi antara praktisi dan akademisi untuk memberikan pandangan luas dan menjawab tantangan kebaharuan teknologi kedepannya (pwcahyo).